Posts Subscribe to (PUT YOUR BLOG NAME HERE)Comments

Minggu, 06 Juni 2010

D’Masiv Hening Cipta untuk Hasan Tiro

Grup band D Masive tampil di tengah guyuran hujan dalam konser musik Surya Profesional Mild Tour 2010 di pelataran parkir Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (5/6) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA

BANDA ACEH - Satu ajakan simpatik datang dari Ryan, vokalis band D’Masiv, sebelum membawakan tembang-tembang hit-nya saat manggung di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (5/6) kemarin. Ia mengajak penonton mengheningkan cipta untuk tokoh Aceh, Hasan Tiro, yang wafat Kamis (3/6) lalu.

Atap panggung yang lepas diterpa angin kencang dan hujan yang terus mengguyur Kota Banda Aceh sejak Sabtu siang hingga tadi malam, tidak menyurutkan semangat Band D’Masiv dan J-Rocks menghibur warga di Serambi Mekkah ini. Bahkan, dengan kondisi lapangan yang digenangi air semata kaki, tidak menyurutkan minat penggemarnya untuk menyaksikan band dari ibukota Jakarta itu.

Karena hujan yang terus turun dan tempiasnya membasahi panggung berukuran 18 X 12 meter itu, ajang musik yang dikemas dalam Surya Profesional Mild Tour ini pun tertunda 90 menit pelaksanaannya. Band D’Masiv baru tampil pada pukul 21.25 WIB tadi malam.

Ratusan penonton terlihat rela basah dan kedinginan diterpa hujan dan angin kencang, tapi mereka nekat dan sabar menunggu di tengah lapangan. Beberapa diantaranya melindungi diri dengan payung, sementara beberapa tenda yang dipasang panitia terbang dihempas angin.

Teriakan penonton agar segera memulai acara akhirnya terlaksana juga, dipandu Master of Ceremony (MC) Ade Herlina, D’Masiv Band membuka penampilannya dengan membawakan lagu Rindu Setengah Mati. Ryan, sang vokalis yang sengaja memakai baju kaos bertuliskan I Love Aceh akrab menyapa penonton. “Seunang meurumpok ureueng Aceh,” kata dia dalam bahasa Aceh.

Tak pelak, sapaan akrab dalam bahasa ibu orang Aceh itu disambut teriakan histeris oleh para D’Masiver (sebutan bagi penggemar D’Masiv), yang memadati sisi barat stadion megah di batas Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar itu.

Karena hujan masih terus turun dan membasahi panggung, grup yang dibentuk tahun 2003 ini beranggotakan Ryan (vokal), Kiki (gitar), Rama (gitar), Ray (bass), dan Wahyu (drum), tampil hanya diiringi organ tunggal (keyboard). Ini dilakukan untuk tidak mengecewakan penonton dan penggemarnya di Aceh karena peralatan sound system basah dan tak bisa dipakai. 

Walau terpal yang menjadi atap panggung akhirnya ikut tertiup angin dan air dengan bebas masuk membasahi personil, lagu kedua D’Masiv berjudul Diam Tanpa Kata meluncur manis dari bibir sang vokalis. Masih tetap diiringi organ tunggal, tembang Di Antara Kalian dan Jangan Menyerah pun kian menambah antusias fans D’Masiv mengikuti lirik-lirik lagu band yang sedang naik daun ini.

Penampilan J-Rocks pun tak kalah menarik, kolaborasi mereka dengan Sanggar Seni Reusam, Fakultas Hukum Unsyiah menarikan Tari Saman ditengah guyuran hujan dan terpaan angin, menjadi pemandangan yang mengharukan.

Konser yang berlangsung hanya setengah jam ini pun berakhir setelah J-Rocks membawakan lagu kedua berjudul I Fall in Love. Tepat pukul 22.00 WIB J-Rocks meninggalkan panggung, dan penonton yang sudah basah kuyup pun berjalan pulang melangkahi genangan air setinggi mata kaki. (gun/ami)

Akses  m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.

Categories



Widget by Scrapur

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright 2009 - SERAMBI MEKKAH